Papoe Toys Produk Indonesia Tembus Pasar Swiss

Surabaya, beritasurabaya.net – Merek Papoe Toys memang jarang dilihat di supermarket atau pun di mal. Maklum produk mainan anak usia 0-8 tahun ini memang hanya dipasarkan di instansi pendidikan saja maupun untuk pasar ekspor.

Alasannya, takut dijiplak oleh orang yang tidak bertanggungjawab. ”Meski kami sudah memiliki hak paten produk lewat HKI dan punya standar SNI, kami takut memasarkan di supermarket atau mal. Lebih aman langsung ke instansi pendidikan yang memang membutuhkan alat peraga yang berkualitas,”ujar marketing CV Putra Putri, Siswati, Minggu (4/5/2014), yang ditemui di pameran P3DN di Grand City Surabaya.

Siswati menjelaskan dengan merek Papoe Toys nama Indonesia lebih mudah dikenal di pasar Eropa. Karena Papoe Toys adalah nama merek yang berasal dari Indonesia.

”Kami sejak 3 tahun terakhir mendapat respon cukup bagus dari pasar Swiss. Ada 10 item mainan anak seperti Toot Timer, gantungan baju, mainan mobile, bongkar pasang dan sebagainya. Seluruh mainan tersebut selain berstandar SNI, juga memiliki sertifikat ICTI sehingga produk bisa masuk ke Swiss. Produk kami aman baik dari sisi cat yang digunakan, bahan maupun desainnya,”ujarnya.

Sementara pasar dalam negeri, kata Siswati, sudah berada di 34 provinsi di Jawa Timur. Proses produksi mainan anak ini seluruhnya dikerjakan di Jombang dengan menggunakan bahan kayu pinus, mahoni dan kayu beech (kayu impor) yang dibeli di Jepara.

”Kami memang satu-satunya di Indonesia yang memproduksi mainan anak dengan memiliki SNI. CV Putra Putri dengan jumlah karyawan 125 orang, sampai saat ini sudah memiliki 600 jenis mainan anak,”tukas Siswati.

Mengenai harga produk, Siswati menambahkan, harganya relatif lebih mahal dan tidak jauh beda dengan harga produk yang diekspor. Range harga yang ditawarkan mulai Rp 15 ribu sampai Rp 3 juta seperti mainan susun balok 500 pieces yang terbuat dari kayu pinus. (nos)

Sumber :
http://beritasurabaya.net/index_sub.php?category=7&id=11549

Share

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *